Saya suka jahe. Jahe yang ada di bubur kacang hijau, jahe di dalam masakan, dan jahe sebagai minuman. Itu sebabnya saya suka membeli jahe bubuk. Sayangnya jahe jenis itu campuran gulanya terlalu banyak, terlalu manis untuk selera saya.

Akhirnya saya suka membeli jahe di tukang sayur yang lewat depan rumah. Jahe saya bersihkan, panggang, remukkan, tambahkan sedikit gula merah, lalu diseduh dengan air mendidih. Rasanya sungguh segar.

Jahe memang tanaman obat kaya manfaat. Jahe bisa membantu menjaga sistem pencernaan, mencegah mual, menyamankan pencernaan, menyembuhkan sakit kepala,  mengatasi masuk angin, dan manfaat hebat lainnya.

Andai saja bisa sering-sering minum air seduhan jahe, tentu saya bisa lebih sehat. Sayangnya, jahe tidak selalu tersedia di tukang sayur. Saya tinggal di komplek perumahan yang letaknya paling ujung, sering hanya kebagiaan “sisa” sayuran di jam 11-12 siang.

Bunga Kembang sepatu yang cantik juga berkhasiat mengobati sakit panas, batuk, sariawan, dan sakit kepala.

Bunga Kembang sepatu yang cantik juga berkhasiat mengobati sakit panas, batuk, sariawan, dan sakit kepala.

Saya pun berandai-andai punya tanaman jahe sendiri. Saya pun jadi ingat kalau Kak Ita, Bu RT di perumahan pernah bercerita kalau para ibu menanam tanaman obat. Saya juga pernah melihat tanaman obat yang subur-subur di tepi kali. Akhirnya saya WA Kak Ita untuk menanyakan ada tanaman obat apa saja di sekitar rumahnya. Kata Kak Ita ada Binahong (obat maag, kolesterol, dan asam urat), sirih (obat radang tenggorokan, menghilangkan bau mulut, mengobati sakit gigi, dll), sereh merah (bisa menjadi minyak urut), kumis kucing (obat rematik, batuk, masuk angin, dll), dan tanaman- tanaman obat lain. Ketika saya berondong dengan banyak pertanyaan, Kak Ita menjawab.”jawabannya enggak harus hari ini, kan?” Ha ha.. Akhirnya saya bilang, besok atau lusa juga boleh. Padahal kan deadline menulis tentang tanaman obat itu jam 23.30 malam ini.

Besok-besok, saya mau sengaja bermain untuk melihat tanaman obat yang dipelihara Kak Ita dan ibu-ibu lain. Dan besok-besok, semoga saya pun bisa menanam tanaman obat, termasuk jahe minuman favorit saya.

(Day 2 – One Day One Post Challenge, Period 28 March 2016 – 10 April 2016 . Terima kasih, Mbak Ani Berta) 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

8 Response Comments

    • renny  March 29, 2016 at 3:59 pm

      Waaah mau coba. Di Jakarta ada yang menjual minuman ini enggak, ya?
      Terima kasih, Mbak Noorma :)

      Reply
  • Eko Nurhuda  March 29, 2016 at 4:14 pm

    Saya juga suka minuman jahe. Tapi saya lebih suka bikinnya dengan jahe mentah, jahe segar. Jadi tidak dipanggang atau digongseng, tinggal bersihkan saja lalu remukkan sekedarnya. Seduh dengan air mendidih saja sudah segar bukan main rasanya, :)

    Reply
    • renny  March 29, 2016 at 4:31 pm

      Wah, mesti dicoba nih Mas Eko.
      Terima kasih informasinya :)

      Reply
  • ida Tahmidah  March 29, 2016 at 5:58 pm

    Jahe itu emang enak dibikin wedang ya ..anget ke perut n teggorokan :)

    Reply
    • renny  March 30, 2016 at 4:36 pm

      Beruntung sekali ya kita dikelilingi oleh jahe. Terima kasih, Mbak Ida :)

      Reply
  • rwindhu  March 29, 2016 at 7:37 pm

    Jahe memang sangat enak untuk dicampur dengan minuman dan makanan. Terutama untuk menghangatkan tubuh. Duh, jadi ingin bubur kacang hijau plus jahe. Terima kasih mbaj renny :)

    Reply
    • renny  March 30, 2016 at 4:38 pm

      Sama-sama Mbak Windu. Iya, sudah lama tidak memasak kacang hijau sendiri. Kalau membuat sendiri bisa dikasih jahe banyak-banyak :)

      Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
situspoker situspoker situspoker bandarpoker pokercapsa pokerdomino situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru pokerterbaru pokerterbaru poker poker pokerv365 pokeridn