Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, para pemimpin di ASEAN sepakat membentuk suatu pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara, namanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).  Dan… awal Januari 2016 kita sudah memasuki MEA.

Dengan adanya MEA, setiap negara bisa menjual barang dan jasa dengan mudah di kawasan ASEAN.

Dilihat dari kacamata kita,  itu berarti produk-produk dari luar akan bisa masuk ke Indonesia lebih mudah, dan begitu pun sebaliknya.

Bukan cuma produk, tapi tenaga kerja profesional juga bisa masuk ke Indonesia lebih mudah. Terlepas dari berbagai keuntungannya, itu berarti persaingan di dunia usaha dan kesempatan bekerja akan semakin sengit. Saingan kita bukan hanya anak bangsa yang cerdas dan super kreatif, tapi juga para profesional yang tak kalah lihainya dari 9 negara lainnya.

Kira-kira itulah cara sederhana untuk memahami MEA.

Pasar di daerah Bugis, Singapura. Foto : Renny Yaniar

Pasar di daerah Bugis, Singapura, salah satu negara ASEAN.
Foto : Renny Yaniar

Mungkin sekarang persaingan itu belum terlalu terasa, tetapi  lihat nanti beberapa tahun ke depan. Ini berandai-andai lho, kita yang bekerja kantoran bisa membayangkan, teman di sebelah kubikel kita orang Vietnam dan Thailand atau atasan kita orang Singapura. Lalu ada kemungkinan produk-produk luar akan merajai pasar Indonesia dan mendesak produk-produk buatan dalam negeri.

Itu gambaran pesimisnya. Tapi kita bisa lebih optimis menghadapi MEA. Lebih baik terlambat dari pada tidak bersiap-siap, karena memang banyak yang enggak ngeh kalau MEA ini sudah berjalan.

Kita sudah tercebur dalam MEA, maka kita mesti menyiapkan keterampilan untuk bisa “berenang di laut” MEA. Tanya pada diri kita, pertama apakah keahlian yang kita punya sudah memadai? Kalau belum, belajar lagi dengan giat dari ahlinya. Lalu kedua apakah kita sudah memahami bahasa Inggris? Kalau belum, belajarlah dari ahlinya. Namun kalau tidak bisa, kita bisa belajar sendiri dari buku-buku, video di internet, film, dan berinteraksi dengan orang-orang dalam bahasa Inggris. Dan ketiga apakah kita juga siap berkarir di negeri orang, seperti orang dari negeri lain dengan senang hati berkarir di Indonesia. Kalau kita tidak siap merantau, ya yang untung negara-negara lain dong! Memang sih, tinggal di Indonesia itu menyenangkan, terlepas dari segala kekurangannya. Teman-teman yang pernah berlibur ke luar negeri lebih dari seminggu pasti pernah merasakan kangen pada Indonesia.

Selain itu masih banyak lagi hal-hal yang bisa membuat kita berhasil. Untuk itu kita bisa belajar dari proses dan pengalaman orang-orang sukses.

Jadi mari kita bersiap-siap. Dari pada iri melihat kesuksesan orang lain, lebih baik kita membenahi diri. Bagaimana pun kita sudah berada di lautan MEA. Belum terlalu dalam sih, karenanya masih banyak waktu. Semangat!

(One Day One Post Challenge, Period 28 March 2016 – 10 April 2016 . Terima kasih, Mbak Ani Berta) 

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

4 Response Comments

  • Ani Berta  March 28, 2016 at 4:43 pm

    Menghadapi MEA harus percaya diri dan selalu upgrade skill ya, Mba :)

    Reply
    • renny  March 28, 2016 at 5:14 pm

      Betul, seperti Mbak Ani yang selalu mencapai hal-hal baru dan menularkan semangat belajar pada teman-teman semua. Terima kasih, Mbak :)

      Reply
  • Keke Naima  April 7, 2016 at 3:51 pm

    Jadi, sebaiknya kita jangan pesimis duluan ya, Mbak? :)

    Reply
    • renny  May 3, 2016 at 2:54 pm

      Betul, Mbak Keke. Terima kasih sudah berkunjung :)

      Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.
situspoker situspoker situspoker bandarpoker pokercapsa pokerdomino situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru pokerterbaru pokerterbaru poker poker pokerv365 pokeridn